Abrasi di Pantai Apra Sindangbarang Cianjur, BMKG: Potensi Gelombang Tinggi Masih Ada

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Abrasi terjadi di Pantai Apra Sindangbarang pada Senin (2/8/2021). Hal tersebut diakibatkan hantaman ombak tinggi, dengan kedalaman lima meter dan lebar 500 meter.

Berdasarkan data tinggi gelombang di wilayah Perairan Sukabumi-Cianjur, diketahui bahwa tinggi gelombang sejak 29 Juli 2021 hingga hari ini, berkisar antara 4,0-7,0 meter.

“Untuk 2 Agustus 2021, ketinggian gelombang berkisar antara 4,0-6,0 meter. Namun kondisi rill di lapangan, ketinggian gelombang bisa mencapai dua kali lipat dari pantauan data satelit,” ujar Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan, gelombang tinggi di wilayah Perairan Selatan Jawa Barat, disebabkan oleh angin kencang hingga 30 knot atau 55 kilometer per jam. Berdasarkan Skala Beaufort, angin sekencang itu dapat menyebabkan gelombang laut tinggi (gale).

“Angin kencang yang melanda wilayah Perairan Selatan Jawa Barat disebabkan karena wilayah Jabar mulai memasuki puncak kemarau pada Agustus-September. Pada periode tersebut perbedaan tekanan antara Australia (musim dingin, tekanan tinggi) dengan wilayah Benua Asia (musim kemarau, tekanan rendah). Hal ini menyebabkan perbedaan tekanan semakin besar atau siginifikan,” beber dia.

Karena perbedaan tekanan semakin signifikan, lanjutnya, maka gaya gradien tekanan juga semakin besar yang pada akhirnya angin akan semakin kencang.

“Fenomena angin kencang ini tidak saja dirasakan oleh wilayah Pesisir Selatan Jawa Barat, namun juga oleh masyarakat di wilayah Bandung Raya,” jelas dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir selatan Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga puncak kemarau terlampaui.

“Selalu memperhatikan imbauan dan informasi terkait bencana yang dikeluarkan oleh sumber-sumber yang valid dan dari otoritas yang berwenang, seperti BMKG, BPBD, Basarnas, dan otoritas lainnya,” tutup dia.(afs/sis)

Exit mobile version