Nasional Update

Bencana Angin Puting Beliung Merusak Rumah Warga di Bandung, ini kronologinya!

Rumah warga yang tertimpa angin puting beliung. KOMPAS TV

CIANJURUPDATE.CO, Sebuah angin puting beliung terjadi di perkampungan para warga tepatnya di desa Cangkuan, kecamatan Cangkuan, kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 19 Mei. Sebelum bencana terjadi para warga memang sudah memperkirakan bahwa akan terjadi hujan deras. Dugaan tersebut benar ditambah dengan munculnya angin puting beliung yang turut mengiringi hujan yang terjadi sore itu.

“Waktu itu sekitar pukul 3 sore kira-kira, setelah beberapa menit selepas asar hujan pun turun disertai angin yang kencang. Hujan disertai angin tersebut kira-kira sekitar 15 menit sebelum beberapa rumah diantara kami rusak. Setelah hujan reda, kami mulai membantu satu sama lain untuk menyelamatkan orang yang terluka. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini hanya genteng dan atap rumah warga yang rusak” (Rustandi, Ketua RW)

Baca Juga: Akibat Tanggul Jebol, Pelabuhan di Tanjung Emas di Semarang Terendam Banjir

Dalam peristiwa tersebut sang ketua RW, Rustandi bersama para warganya bantu-membantu dalam proses evakuasi. Setelah diteliti secara menyeluruh, ternyata kerusakan terparah ialah dibagian atap rumah warga dengan total 36 rumah rusak.

“Ada kurang lebih sekitar 36 rumah warga yang rusak. Tetapi hanya bagian atap dan genteng saja, bentuknya sudah tak karuan itu sehingga kami memutuskan untuk membantu sama lain dalam penanganan pasca bencana” (Rustandi, Ketua RW).

Pasca kejadian tersebut, banyak masyarakat yang menunggu selesainya proses evakuasi pembersihan puing-puing rumah. Dilansir dari YT: KOMPASTV, terlihat beberapa anak kecil tidak ada yang terluka. Mereka asyik bermain air hujan yang tergenang sembari menunggu evakuasi tadi. Beberapa masyarakat yang sudah tidak mempunyai atap rumah sebagian tetap memaksakan untuk tinggal disana sembari menunggu bantuan pemerintah.

“Setelah kamu teliti lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada dari beberapa korban bencana tersebut yang tetap mengeyel tinggal di rumahnya sembari menunggu dana bantuan dari pemerintah. Mereka kebanyakan meminta bantuan genteng untuk menutupi rumahnya yang bolong tersebut” (Nofal, Reporter)

Untuk saat ini masyarakat kawasan Cangkuan tersebut masih dalam tahap pembersihan dan menunggu dana bantuan dari pemerintah. (red)

Berita Terkait

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami