Bisnis Lesu Dampak Corona? Ini Tips Mempertahankan Bisnis di Era Krisis

Percaya atau tidak efek pandemi dampak virus corona tak hanya terasa di bidang kesehatan, tapi merambah ke berbagai aspek kehidupan terutama ekonomi. Para pebisnis sudah mulai dibuat kelimpungan akibat virus mematikan tersebut. Jika tak pakai tips bertahan yang tepat, tak tertutup kemungkinan bisnis akan keteteran dan berujung bangkrut. Berikut ini tips yang bisa diterapkan untuk menghindari kerugian.

Dampak Corona
credit : mediaindonesia.com

8 Tips Mempertahankan Bisnis yang Tepat di Era Krisis

Jika Anda tidak ingin jadi bagian bisnis yang gulung tikar di era krisis akibat virus corona, terapkan delapan tips tepat untuk menjaga stabilitas bisnis walaupun perekonomian sedang tak menentu.

  1. Perkuat Tim

Berhubung saat ini sedang dibatasi bekerja di kantor dengan penerapan work from home. Hal pertama untuk menjaga bisnis adalah memperkuat tim kerja, caranya dengan memaksimalkan potensi masing-masing untuk mempertahankan eksistensi bisnis. Misalnya memaksimalkan sumber daya manusia yang memiliki skill di bidang marketing, untuk mempromosikan produk dengan memanfaatkan media sosial.

  1. Strategi Inovatif

Tak boleh panik menghadapi krisis, Anda harus tetap inovatif dalam menghasilkan produk bisnis. Sehingga jumlah konsumen tak menurun, namun terus meningkat walaupun tidak sedrastis masa sebelum krisis melanda. Contohnya, bisnis kuliner yang biasanya harus beli di tempat, maka sekarang saatnya untuk kolaborasi dengan aplikasi delivery service.

Atau jika bisnis Anda di bidang jasa konsultan, tak ada salahnya memfasilitasi konsultasi melalui media online bahkan teleconference sehingga pendapatan tidak menurun. Sama halnya dengan bisnis di bidang produksi bahan tekstil, Anda bisa melakukan inovasi dengan menekan jumlah produksi, tapi menambah varian produk yang sedang dibutuhkan masyarakat seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

  1. Transaksi Tunai

Usahakan untuk memaksimalkan transaksi bisnis tunai ketimbang cicilan, sehingga Anda bisa meminimalisir kredit macet. Hal ini dinilai sangat efektif sehingga perputaran uang jadi lebih jelas dan Anda pun tak khawatir pada piutang pelanggan yang menumpuk, atau transaksi non tunai yang belum tercairkan.

  1. Manfaatkan Kondisi

Memang saat ini semua sedang melakukan upaya mencegah penyebaran virus corona, termasuk di bidang ekonomi. Anda bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk jadi penggagas berbagai hal baru, yang pastinya sangat penting bagi banyak orang. Misalnya, ketakutan orang berbelanja ke supermarket, Anda bisa menyediakan semua kebutuhan masyarakat dengan jasa delivery yang dijamin aman.

Bisa juga dengan menjadi sponsor berbagai kegiatan sosial, selain ikut membantu mempercepat penanganan masalah virus corona sekaligus ajang promosi usaha. Tapi tetap harus mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya.

  1. Tetap Fokus

Anda harus tetap fokus menjalankan bisnis sesuai dengan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kalaupun ada masalah yang terjadi, segera carikan solusi terbaik dan jangan biarkan berlarut-larut. Ketika fokus tetap maksimal, maka Anda bisa menata bisnis dengan cara yang lebih baik dibandingkan jika fokus terpecah karena kepanikan akibat dampak buruk yang bisa terjadi akibat corona.

Contohnya ketika Anda memiliki bisnis properti yang pastinya cenderung sepi saat wabah corona merajalela, fokuslah untuk memperbaiki properti Anda untuk dijual pada waktu yang tepat. Tingkatkan promosi dan tetap jaga hubungan baik dengan relasi. Ini merupakan modal utama untuk meraih kesuksesan setelah krisis reda.

  1. Optimis

Seperti ungkapan bahwa perkataan adalah doa, maka jangan pernah berfikir negatif tentang apa yang akan terjadi pada bisnis Anda. Tetaplah optimis bahwa bisnis akan tetap berjalan dengan baik karena orang optimis itu jalan suksesnya akan lebih besar. Walau mungkin harus dilakukan berbagai penyesuaian, seperti kemungkinan merumahkan sebagian pegawai atau menekan biaya produksi.

Ingat, orang sukses itu kebanyakan memiliki prinsip optimis walaupun saat itu bisnisnya sedang di ujung tanduk. Keyakinan, kerja keras, dan stabilitas emosi menjadi bagian utama keoptimisan itu, sehingga Anda lebih siap melewati krisis dengan baik.

  1. Promo Terbaik

Lakukan promosi yang maksimal walaupun di era krisis seperti saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan. Contohnya adalah dengan menurunkan harga pada barang yang kualitas terbaik, sehingga konsumen lebih banyak membeli. Bisa juga dengan menambahkan hadiah-hadiah tepat guna bagi konsumen yang berbelanja produk Anda, seperti hadiah masker setiap pembelian produk tas.

  1. Kerjasama Menguntungkan

Tips terakhir adalah mencari peluang kerja sama dengan pengusaha lain untuk pertahankan bisnis. Ini banyak dilakukan pebisnis diambang kehancuran. Bisa dengan kerja sama jenis trust, waralaba, hingga joint venture. Anda dan pengusaha lain yang terlibat berkomitmen untuk melakukan sebuah upaya bertahan di tengah krisis, karena dengan kerja sama maka semua pihak akan berpotensi tetap “sehat”.

Tak ada kata menyerah kalau Anda sudah masuk dalam dunia bisnis, bahkan saat krisis melanda seperti saat ini Anda bisa tetap bertahan dengan berbagai cara. Mulai sekarang coba petakan tips mana yang rasanya paling tepat untuk diterapkan dan lakukan pengkajian risiko. Do it as soon as possible! Agar Anda dapat jadi bagian bisnis yang tak gulung tikar akibat krisis.

Tinggalkan komentar