Boleh Buka, Protokol Kesehatan Tempat Wisata dan Hotel di Cianjur Harus Dilaksanakan
![Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur belum berani membuka objek wisata karena belum ada perintah.](/wp-content/uploads/2020/06/index-3-780x470.jpg)
CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur menegaskan pentingnya protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata dan hotel.
Pemerintah pun sudah menerbitkan surat edaran kepada semua pengusaha maupun pengelola wisata hingga hotel mengenai harus adanya aturan pembatasan serta penerapan prokes.
Hal itu mengingat jelang libur Idul Fitri mendatang, sejumlah tempat wisata diberikan kewenangan untuk membuka tempat wisata. Ini sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat lokal yang tidak melakukan mudik.
Konon, hal tersebut digadang-gadang bisa menjadi obat untuk menghilangkan kejenuhan. Namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata dan hotel.
Sekretaris Disparpora Kabupaten Cianjur, Enung Sri Hayati mengatakan, untuk tempat wisata sudah diberikan secara langsung kepada setiap pengelola dan diwajibkan untuk melakukan pembatasan pengunjung hingga 50 persen.
“Kalau untuk hotel hingga kafe, kita berikan ke organisasi yang menaungi sehingga langsung disosialisasikan,” kata dia kepada Cianjur Update, Senin (3/5/2021).
Protokol Kesehatan, Kapasitas Tempat Wisata 50 Persen
Pembatasan 50 persen pengunjung tersebut secara perinci ia menjelaskan, jika kapasitas wisata tersebut 3.000 orang, maka yang berada di dalam tempat wisata sebanyak 1.500 dan tidak boleh ditambah.
“Jadi nanti harus sesuai aturan yakni 50 persen dari total kapasitas, tidak boleh lebih. Kalau ada pengunjung yang keluar atau pulang, maka boleh ditambah lagi,” tuturnya.
Namun, jika berkurang kapasitas di dalam wisata, maka bisa ditambah sesuai dengan jumlah yang ditentukan.