4 Dampak Corona Virus di Indonesia

Pandemi corona virus sedang membuat dunia kalang kabut, hal itu memberi dampak nyata bagi Indonesia sebagai salah satu negara yang “Diserang” Covid-19 ini. Sejak pasien pertama di Indonesia dikonfirmasi pemerintah, banyak upaya dilakukan penguasa negara. Terutama untuk meminimalisasi penyebaran virus yang telah memakan korban meninggal ratusan ribu orang dari 190an negara tersebut.

corona virus
credit : newsismybusiness.com

Table of Contents

Work from Home

Ini jadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan terkena dampak virus tersebut, yang konon katanya berasal dari China. Pekerja diminta untuk melakukan pekerjaan secara online, tanpa harus bertatap muka di kantor. Ada dampak dari pemberlakukan work from home yang sangat dirasakan oleh masyarakat, baik itu dampak positif maupun negatif yaitu:

  1. Dampak Positif

Beberapa dampak positif yang dirasakan perusahaan dan pekerja yang menerapkan pola work from home yaitu:

  • Fleksibel

Kalau biasanya jam kerja kantor sudah ditentukan dari pagi hingga sore dengan jeda pada siang hari. Sekarang, ketika diberlakukan work from home Anda bisa mengatur waktu bekerja sesuai kondisi, tidak kaku seperti layaknya di kantor. Misalnya, ketika sedang membuat laporan, Anda bisa menyempatkan diri untuk memasak dan membersihkan rumah.

  • Keseimbangan Hidup

Mungkin sebelumnya keluarga sering mengeluhkan waktu kerja Anda yang sangat padat, sehingga tak ada waktu untuk mereka. Sekarang, berhubung sepanjang hari di rumah, Anda bisa memberikan banyak waktu untuk keluarga. Mulai dari makan bersama, bersantai menjelang tidur atau sekadar bercanda saat Anda istirahat bekerja.

Dengan adanya peristiwa ini hal positifnya adalah kebahagiaan keluarga bisa tetap diwujudkan dan pekerjaan juga bisa tuntas sesuai dengan target yang ada. Karena momen ini sangat langka, maka sebaiknya dimanfaatkan oleh Anda semaksimal mungkin.

  • Biaya Operasional Turun

Bagi perusahaan, dampak positif work from home adalah pemangkasan biaya operasional. Hal itu disebabkan karena tak perlu adanya pengeluaran anggaran bensin, listrik, dan air di kantor untuk beraktivitas. Bisa jadi dalam sebulan, biaya operasional akan turun drastis dan cukup menguntungkan keuangan perusahaan.

  • Produktivitas dan Kepuasan Kerja Bertambah

Para pekerja yang biasanya melaksanakan aktivitas di bawah tekanan para atasan, sekarang bisa lebih nyaman dan tenang bekerja. Mereka bisa fokus bekerja tanpa omelan dan komplain atasannya. Hasilnya, produktivitas lebih tinggi dan kepuasan saat menyelesaikan pekerjaan akan benar-benar dirasakan.

  1. Dampak Negatif

Empat dampak negatif work from home adalah:

  • Gangguan Tak Terduga

Banyak gangguan tak terduga yang bisa terjadi pada saat bekerja di rumah. Contohnya saja, anak minta dibantu membuat pekerjaan rumah, pasangan minta bantuan memperbaiki kipas angin yang rusak. Hal tersebut tentu mengganggu jam kerja Anda, sehingga bisa berdampak pada tertundanya target tuntas sebuah pekerjaan kantor.

  • Monitoring Minim

Kalangan pimpinan perusahaan akan sulit untuk melakukan monitor terhadap kinerja karyawan. Hal itu terjadi karena tak tahu mereka di mana, dan terkadang sulit dihubungi akibat jaringan telekomunikasi yang tidak bagus.

  • Miscommunication Information

Ketika menjalani work from home, terkadang update informasi telat didapat karena banyak kendala. Sehingga, bisa mengakibatkan salah informasi dan berujung pada pemahaman yang salah saat melakukan sebuah pekerjaan.

Contohnya instruksi awal dari atasan melalui grup chat online, si A diminta membuat laporan jumlah produk per bulan, lalu 15 menit kemudian diralat melalui chat menjadi laporan perminggu. Namun, karena si A tidak update informasi di grup online, dia tetap membuat laporan produk perbulan, sehingga output yang diminta atasan tidak sesuai.

  • Tak Semua Kerja Bisa Tuntas

Tidak semua pekerjaan bisa selesai dengan bekerja dari rumah, ada hal yang perlu bertemu langsung dengan karyawan untuk melakukan pengecekan. Misalnya, pekerjaan di proyek A yang mengharuskan monitoring langsung, namun terhambat karena seluruh karyawan kantor harus bekerja dari rumah.

Ekonomi Turun

Dampak ekonomi juga akan sangat dirasakan masyarakat kecil yang kehilangan penghasilannya karena ditutupnya berbagai pasar tradisional untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Kemudian, para pengusaha kecil juga akan mengalami kerugian besar, akibat turunnya daya beli masyarakat selama proses pengendalian virus tersebut di Indonesia.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa solusi yang pasti, maka resesi ekonomi akan terjadi, seperti yang sudah melanda sejumlah negara. Tapi, dengan penanganan yang tepat dan menempatkan masyarakat sebagai penerima berbagai kemudahan dari segi ekonomi, maka kondisi resesi bisa dihindari.

Kemudian pengusaha besar, serta pemerintah juga akan jadi objek utama yang terkena imbas ekonomi dari masalah virus mematikan ini, karena transaksi usaha akan terbatas termasuk ekspor dan impor yang tak akan segencar sebelumnya. Bahkan, dikutip dari temuan institute for development of economics and finance Indonesia hal tersebut bisa mengalami kerugian hingga mencapai Rp127 triliun.

Hal itu dapat dilihat dari ketergantungan Indonesia pada ekonomi China, sebagai salah satu negara yang paling banyak bekerjasama dengan Indonesia. Asumsinya, ketika perekonomian China merosot hingga 1 persen, maka imbasnya ekonomi Indonesia akan turun 0,3 persen. Kondisi itu sudah mulai terlihat saat ini, apalagi saat China melakukan lockdown sejak Februari lalu.

Sekolah Diliburkan

Memang suatu langkah yang tergolong tepat adalah dengan diliburkannya sekolah, sehingga anak-anak bisa terselamatkan dari penyebaran virus corona, tapi ternyata ada juga dampaknya. Pertama yaitu tidak efektif karena jam belajar di rumah tidak seketat di sekolah, sehingga anak banyak yang memanfaatkan waktu bermain ketimbang belajar, atau browsing internet ketimbang memahami materi belajar online.

Dampak berikutnya yaitu timbulnya stres pada anak, karena mereka diberikan pekerjaan rumah yang banyak, sementara pendampingan dalam belajar kurang. Karena tak semua orangtua memiliki waktu maksimal untuk mengajarkan anaknya. Dampak yang paling dirasakan adalah kebosanan yang sering melanda anak-anak, karena mereka sudah terbiasa dengan rutinitas di sekolah hingga sore hari.

Sedangkan bagi guru, stres juga gampang datang, karena mereka diharuskan membuat rangkuman pelajaran untuk dikirim pada siswa. Belum lagi harus memberikan laporan via online terkait hasil belajar online, dan sederet pekerjaan lain yang harus tuntas di waktu bersamaan.

Social dan Physical Distancing

Beberapa upaya social distancing sedang dilakukan oleh pemerintah, di antaranya menghindari keramaian, memberi jarak minimal 1-2 meter dengan siapa saja yang terlihat sakit. Tapi ternyata berdampak juga pada psikologis masyarakat, apalagi yang sudah terbiasa berkelompok. Akan ada rasa risih ketika harus menjaga jarak, padahal hanya untuk bercengkrama dengan orang lain.

Dampak lainnya adalah bosan ketika setiap hari di rumah saja dan bertemu dengan orang yang itu-itu saja. Jika tidak sabar, maka pertengkaran bisa saja terjadi. Buktinya di China tingkat gugatan cerai meningkat akibat social dan physical distancing, pertama karena terlalu lama berjauhan, kedua karena setiap saat bersama di dalam rumah.

Akibat adanya virus corona ini banyak dampak yang dirasakan. Berbagai upaya pemerintah menekan penyebaran virus corona yang diperketat. Sebagai warga negara yang baik, kita harus mendukungnya, paling tidak, melindungi diri sendiri dan keluarga dengan menjalankan tata cara yang dianjurkan, mulai dari meminimalisasi kegiatan di luar rumah hingga menjaga jarak dengan orang sekitar.

Tinggalkan komentar