Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Usai ‘Keukeuh’ Berangkat Study Tour ke Bali

“Saya sangat mendukung pelarangan study tour karena banyak orang tua yang merasa berat dengan biaya yang cukup besar. Lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk keperluan keluarga yang lebih penting,” kata dia.
Selain itu, lanjut Asep, dirinya juga telah menerima laporan dari sejumlah orang tua yang mengeluhkan bahwa study tour di beberapa sekolah bersifat wajib, sehingga menimbulkan tekanan bagi siswa yang tidak mampu.
BACA JUGA: DPRD Cianjur Panggil KCD dan Kepala SMAN 1 Cianjur Terkait Study Tour ke Bali
“Kemarin ada laporan dari orang tua siswa yang merasa keberatan. Apalagi, jika study tour diwajibkan, tentu menjadi beban tambahan bagi mereka. Bahkan, ada yang merasa anaknya mendapat tekanan karena tidak ikut,” ucap dia.
Disisi lain, DPRD juga akan membuka layanan pengaduan bagi orang tua siswa yang merasa keberatan dengan kebijakan study tour di sekolah anak mereka.
“Pasti akan kami buka layanan pengaduan, karena hak orang tua harus kita tampung dan perjuangkan,” tutup dia.***