Cianjur Update

Dua Tahun Belajar di Rumah, Pelajar Cianjur Senang Bisa Tatap Muka Lagi

CIANJUR UPDATE, Cianjur – Sekolah di Kabupaten Cianjur mulai ramai kembali setelah dua tahun menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selama periode 18 Juli hingga 20 Juli 2022, sejumlah sekolah di Cianjur menggelar Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai dilaksanakan kembali disambut baik oleh para pelajar yang ada di Kabupaten Cianjur. Baik mereka yang masuk ke sekolah baru, maupun mereka yang sudah lama menjalani PJJ selama masa Covid-19.

Cleotha Izabel Dau (15) misalnya. Ia mengaku senang bisa mengikuti PLS tatap muka di SMA Negeri 1 Cianjur. Meskipun harus membuat berbagai atribut yang ditugaskan panitia, ia tetap senang bisa bertemu teman-teman di sekolah barunya.

“Alhamdulillah, seneng banget bisa sekolah tatap muka lagi. Setelah dua tahun belajar di rumah, jadi bisa lihat sekolah baru, ketemu temen-temen baru, dan kenal sama guru-guru yang ada di sini,” kata dia kepada Cianjur Update, Rabu (20/7/2022).

Alumni SMP Negeri 2 Cianjur ini berharap PTM ini bisa berlanjut sampai ia lulus. Menurutnya, dengan belajar secara langsung, dirinya mengaku lebih cepat menyerap pembelajaran.

“Kalau dulu pas belajar di rumah, kadang ada malesnya, ada telatnya. Sekarang lebih kerasa seru gitu,” ucap dia.

Dua Tahun Belajar di Rumah, Pelajar Cianjur Senang Bisa Tatap Muka Lagi
Suasana PLS di SMA Negeri 2 Cianjur.(Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

Sama halnya dengan Bhima Dewa Chaniago (18). Siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Cianjur ini mengaku senang bisa kembali ke sekolah. Ia mengaku jarang pergi ke sekolah selama masa belajar di rumah.

“Dulu sekolah kan ketat banget, kalau mau main sama temen-temen di sekolah itu harus jelas kegiatannya gimana, jadi agak ribet. Tapi, sekarang alhamdulillah bisa ketemu temen-temen, suasana sekolah pun jadi seru,” ucap dia.

Bahkan, Bhima mengaku sempat kesulitan dalam mengenal guru dan teman-teman sekelasnya di masa awal belajar di sekolah. Hal itu pun membuatnya sulit menyerap pembelajaran selama proses belajar mengajar.

“Semoga bisa terus belajar di sekolah. Jadi kerasa gitu sekolah yang sebenarnya. Suasana ngobrol sama temen-temen juga jadi lebih asyik,” ucap dia.(afs)

Berita Terkait

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami