CIANJURUPDATE.COM – Harga cabai, bawang, dan telur di pasar tradisional Cianjur mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani.
Pedagang di pasar induk Jebrod, Yayan Maulana (43), mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh momen menjelang Lebaran.
“Jadi kalau misalkan pasokan banyak harga bisa murah sedangkan jika pasokan sedang sedikit harga bisa naik,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
BACA JUGA: Jelang Idulfitri, Pemkab Cianjur Jamin Stok Sembako Aman dan Harga Stabil
Yayan merinci, harga cabai hijau naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Cabai rawit merah melonjak dari Rp80.000 menjadi Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Cabai keriting naik tipis dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai tanjung dan cabai TW masih stabil di harga Rp50.000 dan Rp45.000 per kilogram.
“Di tahun Lebaran kemarin bisa menghabiskan 50 kilogram cabai, namun untuk sekarang ini menjadi turun dan untuk saat ini pun masih sepi,” tuturnya.
BACA JUGA: Beduk Cianjur Laris Jelang Lebaran, Harga Mulai Rp35 Ribu Hingga Rp1,1 Juta
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah, dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Namun, harga bawang putih masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram.
Pedagang telur ayam di pasar Muka Ramayana, Aang Saepudin (35), melaporkan bahwa harga telur naik menjadi Rp30.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram.
“Kenaikan telur ayam ini hanya sedikit yakni 2 ribu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sidak Minyakita di Cianjur, Polisi Jamin Stok Minyak Goreng Aman dan Harga Stabil
Aang menambahkan, penjualan telur ayam mengalami penurunan drastis. Pada tahun sebelumnya, ia mampu menjual hingga 75 kilogram per hari dengan omzet mencapai Rp3 juta.
“Namun untuk sekarang ini terkadang menjual telur 1 kilogram saja pun tidak habis,” pungkasnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Editor: Afsal Muhammad