Pernah Memperkuat Sriwijaya FC, Syakir Sulaiman Kini Ditangkap Polres Cianjur Karena Obat Terlarang

CIANJURUPDATE.COM – Syakir Sulaiman, mantan pemain yang pernah memperkuat Sriwijaya FC, ditangkap Polres Cianjur.

Mantan gelandang serang ini diduga terlibat peredaran obat terlarang di wilayah Cianjur yang dikenal sebagai Kota Santri.

“Iya (Syakir Sulaiman) yang kami amankan lantaran mengedarkan obat terlarang. Dia eks pemain timnas U-23,” kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, Rabu (6/11/2024).

BACA JUGA: Eks Pemain Timnas Indonesia U-23 Ditangkap Terkait Peredaran Obat Terlarang di Cianjur

Syakir dikenal sebagai pemain Timnas Indonesia U-23 pada 2013 dan bermain bersama sejumlah bintang lapangan hijau.

Ia sempat menjadi rekan Kurnia Meiga, Andritany, Manahati, Oktavius Maniani, Nelson Alom, dan Pahabol.

Sebagai gelandang serang, Syakir pernah memperkuat beberapa klub besar di Indonesia.

BACA JUGA: Satresnarkoba Polres Cianjur Ringkus 45 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Selain Sriwijaya FC, ia juga tercatat membela Persiba Balikpapan, Bali United, dan Aceh United.

Pada 2013, Syakir Sulaiman berhasil menyabet gelar pemain muda terbaik Liga Super Indonesia saat memperkuat Sriwijaya FC.

Kini, ia harus menghadapi proses hukum atas dugaan peredaran obat terlarang.

BACA JUGA: Peringati Sumpah Pemuda, Polres Cianjur Imbau Pemuda untuk Beraktivitas Positif dan Jauhi Miras, Narkoba, serta Knalpot Brong

Menurut Tono, saat penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa 2.700 butir obat-obatan terlarang.

“Iya, kami juga amankan barang bukti berupa 1.700 butir obat jenis tramadol dan 1.000 butir heximer,” ujarnya.

Syakir diduga telah menjalankan bisnis ilegal ini selama dua tahun terakhir.

BACA JUGA: Satnarkoba Polres Cianjur Catat Peningkatan Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Perempuan

“Dia menikah dengan orang Cianjur. Dua tahun terakhir dia menjadi pengedar, bahkan kategorinya pemasok untuk para pengedar obat-obatan terlarang di Cianjur,” kata Tono.

Syakir Sulaiman kini dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda hingga Rp 5 miliar,” tutup Tono.

BACA JUGA: Sat Narkoba Polres Cianjur Amankan Pengedar Narkotika Jenis Sabu di Pacet

Exit mobile version