Berita

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Aksi Penodongan Senjata Api di Cianjur

Diketahui, perbuatan memiliki atau membawa airsoft gun bukan termasuk tindak pidana yang diatur dalam UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dengan kata lain, saat ini memang belum ada aturan tegas soal penyalahgunaan airsoft gun.

Sebelumnya diberitakan, seorang karyawan salah satu gerai perusahaan telekomunikasi berinisial DR (23) diduga menjadi korban penodongan senjata api (senpi) oleh orang tak dikenal.

Peristiwa aksi koboy jalanan itu terjadi di ruas Jalan Siti Jenab, Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (3/3/2021) sekitar pukul 20.30 Wib.

Berdasarkan informasi, kejadian itu berawal saat mobil yang dikendarai korban DR bersinggungan dengan mobil yang dikendarai terduga pelaku di ruas Jalan Siliwangi.

Korban yang saat itu mengaku tak ingin mempermasalahkan kejadian singgungan mobil langsung melaju. Namun, saat itu terduga pelaku mencoba mengejar mobil korban. Akhirnya korban berhenti tak jauh dari minimarket yang ada di ruas Jalan Siti Jenab.

“Saat itu saya turun dari mobi dan terduga pelaku juga turun dari mobilnya. Setelah sempat bersitegang, terduga pelaku kembali masuk ke dalam mobilnya. Kemudian keluar lagi sambil membawa yang diduga senpi dan langsung memukul bagian lengan saya,” kata DR, kepada Cianjur Update, Rabu (3/3/2021).

Setelah memukul dengan senpi yang dibungkus kain putih, lanjut DR, terduga pelaku juga sempat menodongkan ke arah perut, kemudian mengacungkan senpi yang dibawanya ke atas.

“Sempat diletuskan, tapi tidak meletus. Saat itu, saya langsung teriak meminta tolong. Terduga pelaku langsung lari masuk ke dalam mobilnya dan melarikan diri,” jelasnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button