Polres Cianjur Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2025 untuk Pengamanan Mudik Lebaran

Sebanyak 2.835 pos disiapkan, terdiri dari 1.738 Pos Pengamanan, 788 Pos Pelayanan, dan 309 Pos Terpadu.
Pengamanan dilakukan terhadap 126.736 objek, termasuk masjid, tempat shalat Idul Fitri, wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk mendukung Operasi Ketupat.
BACA JUGA: Guru Dilarang Terima Parsel Jelang Lebaran, Disdikbud Cianjur Siap Beri Sanksi
SKB mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, penyeberangan laut, penghentian proyek konstruksi, dan pengalihan fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat pemudik. Sosialisasi kebijakan ini dilakukan melalui berbagai media.
Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, contra flow, dan one way system akan diberlakukan.
Kebijakan ini berdasarkan analisis pantauan CCTV, traffic counting, serta laporan petugas di lapangan secara real-time.
Di jalur penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan screening tiket, serta pola operasi kapal Tiba Bongkar Berangkat.
“Optimalkan layanan 110 sebagai hotline darurat untuk pengaduan gangguan kamtibmas dan kemacetan mudik,” tegasnya.
Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2024, Polres Cianjur mendirikan 1 Pos Terpadu, 13 Pos Pengamanan, dan 10 Pos Pelayanan di wilayah hukumnya.