CIANJURUPDATE.COM – Seorang pegawai minimarket di Cianjur mengungkapkan kekecewaannya karena sulit menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024.
Hal ini lantaran perusahaan yang mewajibkannya untuk bekerja seperti biasa pada hari pemungutan suara, Rabu (14/2/2024).
“Betul, menurut memo yang kami terima hari ini, kami pegawai toko buka normal seperti biasa,” kata pegawai yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada wartawan.
Menurutnya Jam operasional normal minimarket tersebut mulai pukul 06.30 WIB hingga 16.00 WIB, yang berarti pegawai tidak memiliki waktu untuk pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).
Baca Juga: Guyuran Hujan Tidak Mengalahkan Antusiasme Warga Cianjur Untuk Mengikuti Pemilu 2024
“Saya sedih karena sulit menggunakan hak pilih saya. Khawatir terlambat datang ke TPS. Kalau toko di perusahan lain buka mulai pukul 10.00 WIB ,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya tbk (Alfamart) Nono, perusahaan yang menaungi minimarket tersebut, membenarkan bahwa jam operasional toko tetap normal pada hari pemungutan suara.
Namun, Nono mengklaim bahwa karyawan diberikan waktu khusus secara bergantian untuk menggunakan hak pilihnya.
“Masih bisa disesuaikan mas, karena untuk penempatan karyawan kita melihat domisili. dan karyawan toko juga bisa atur shift sehingga mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya,” tuturnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan! Antusiasme Tinggi Warnai Pemungutan Suara di Cianjur
Terpisah, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Cianjur, Yana Sopyan menjelaskan, mengatakan pegawai yang kesulitan untuk datang ke TPS bisa melapor ke Panwas setempat.
“Dalam hal ini yang bersangkutan kalau kemudian dia merasa tidak diizinkan pemilik perusahaan dalam hal ini sebagai pegawai di minimarket itu bisa melaporkan ke panwas setempat,” kata dia.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2022. Kata dia, laporan bisa disampaikan oleh warga negara Indonesia, peserta pemilu, maupun pengawas pemilu.
Sementara soal sanksi, kata dia, sudah diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Cerita Pemilih Pemula di Cianjur dalam Pemilu 2024, Berpesan Jangan Sampai Golput Ya!
“Secara prinsip kan kita juga harus melakukan penelaahan, ini peristiwa ini apa, kenapa,” kata dia.
Sebelum ke dalam proses penindakan, lanjut Yana, Bawaslu Cianjur mengupayakan pencegahan. Mengingat, proses pencoblosan masih berjalan.
“Kita akan coba lakukan penelusuran, itu di wilayah mana, dan dalam hal ini juga bisa dikoordinasikan dengan lembaga terkait,” tutup dia.***