Siap Siaga Hadapi Bencana Gempa Bumi Megathrust, Dinsos Jabar Kaji Banding ke Pacitan

CIANJURUPDATE.COM, Pacitan – Dinas Sosial (Dinsos) Jabar kaji banding program mitigasi bencana ke Kabupaten Pacitan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi megathrust.

Adapun pemilihan Kabupaten Pacitan sejalan dengan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Kadis Dinas Sosial (Kadinsos) Pacitan, Drs Sunaryo MM mengatakan, wilayah Kabupaten Pacitan terdiri dari 15 persen dataran rendah dengan 85 persen sisanya terdiri atas pegunungan.

“Letak geografisnya yang berada di Selatan Jawa dan menjadikannya sebagai daerah yang sangat rentan akan bencana. Baik bencana longsor, maupun bencana tsunami sebagai efek dari keberadaan megathrust,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Total, ada enam kawasan siaga bencana (KwSB) di Kabupaten Pacitan, plus satu daerah penyangga.

Sementara untuk Jabar sendiri, total baru didirikan lima KwSB pada lima kabupaten pesisir selatannya, yaitu dua di Pangandaran, dua di Garut, dan satu di Cianjur.

“Dalam kegiatan tersebut, Dinsos Jabar hadir bersama sejumlah ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK-Tagana) dari berbagai wilayah di pesisir selatan Jawa Barat,” ungkapnya.

Kegiatan ini diisi dengan audiensi bersama jajaran pejabat Dinsos Kabupaten Pacitan pada hari pertama. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke dua KwSB di hari kedua.

Terakhir, diskusi internal pada hari ketiga untuk menyimpulkan segala hal yang telah didapat selama kegiatan kaji banding.

“Peserta terlihat antusias dalam kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dalam banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi baik sesi diskusi audiensi dengan pejabat Dinsos Pacitan, hingga sesi audiensi dengan jajaran pengurus KwSB yang dikunjungi,” terangnya.

Salah satu hal menarik yang mengundang banyak pertanyaan para peserta adalah, keberadaan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dalam sarana mitigasi bencana di Pacitan.

TEA sendiri merupakan titik-titik lokasi yang menjadi tempat evakuasi masyarakat, jikalau bencana tsunami terjadi.

“Adapun penempatannya dilakukan berdasarkan kajian bersama lintas instansi. Mulai dari kajian Bersama Kemensos RI hingga musyawarah Bersama antara Dinsos Pacitan dengan BPBD Pacitan,” paparnya.

Kabid Linjamsos Dinsos Jabar, Enok Komariah MKes menuturkan, bahwa kegiatan kaji banding ini sengaja dilakukan ke salah satu daerah paling rentan bencana megathrust di Indonesia, yaitu Kabupaten Pacitan.

Kerentanan tersebut lanjut Enok, mengakibatkan daerah ini menjadi perhatian khusus pemerintah pusat, sehingga program mitigasi yang dijalankan sedemikian maksimal.

“Pada daerah inilah, Dinsos Jabar mengadakan kunjungan untuk belajar agar program mitigasi di Jawa Barat sendiri dapat dijalankan juga dengan maksimal. Sehingga, jika bencana megathrust datang, persiapan pemerintah dan masyarakatnya juga ikut maksimal serta kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalkan,” pungkasnya.(ct9/sis)

Exit mobile version