Cianjur Update

Subsidi Untuk Tiga Pupuk Dicabut, Petani Cianjur Mengeluh

CIANJUR UPDATE, Cianjur – Petani di Kabupaten Cianjur mengeluhkan harga sejumlah jenis pupuk yang mahal karena subsidi yang dicabut. Pencabutan subsidi itu pun dibenarkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Cianjur.

Sebelumnya, subsidi diberlakukan untuk berbagai jenis pupuk, meliputi pupuk organik, urea, Super Phospat kandungan P20s 36% (SP-36), Zvavelvuure Ammonium (ZA), dan NPK. Saat ini, pupuk subsidi hanya meliputi urea dan Nitrogen, Phosphat, dan Kalium (NPK).

Sub Koordinator Sarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Dan Ketahanan  Cianjur Agie Nurdjaman menilai, pencabutan subsidi untuk tiga jenis pupuk itu tidak terlalu berdampak kepada para petani. 

“Ada dampak nya, tetapi tidak terlalu signifikan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (17/7/2022). 

Sementara itu, salah seorang petani sayuran Cianjur, Encep Busrol (34) mengaku, dari semenjak pupuk langka harga semua jenis pupuk menjadi naik. 

“Urea juga asalnya beli Rp 95.000 perkarung, jadi Rp 135.000 ribu,” kata warga kampung Tarigu Pesantren, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur ini. 

Akibat harga pupuk dan dicabutnya subsidi untuk dua jenis pupuk membuat ia mau tak mau beralih ke pupuk kandang. 

“Saya sekarang memakai pupuk organik buatan sendiri, alhamdulillah selain ekonomis panen juga melimpah,” tandasnya.(afs)

Berita Terkait

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami