TNGGP Imbau Warga Jauhi Kawah Gunung Gede Pangrango

CIANJURUPDATE.COM – Aktivitas gempa vulkanik dalam di Gunung Gede Pangrango mengalami peningkatan signifikan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercatat 21 kali gempa vulkanik dalam pada Senin (1/4/2025) pukul 00.00–06.00 WIB.
BACA JUGA: Aktivitas Gunung Gede Meningkat Tajam, Waspada Potensi Letusan Freatik
Angka ini jauh di atas rata-rata harian sebelumnya yang hanya 0–1 kali per hari sepanjang Maret 2025.
Humas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati Kawah Wadon.
Jarak aman yang direkomendasikan adalah 600 meter untuk menghindari potensi bahaya.
BACA JUGA: Dua Wisatawan Bandung Tenggelam di Pantai Jayanti, Waspada Arus Muara
“Walaupun masih berstatus Normal, kami mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar tidak mendekati kawasan kawah karena potensi bahaya letusan freatik atau gas beracun tetap ada,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menyebut peningkatan gempa ini menunjukkan tekanan tinggi di tubuh Gunung Gede.
Kondisi ini berpotensi memicu letusan freatik atau pelepasan gas berbahaya di sekitar kawah.
BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Energi, EBTKE Edukasi Masyarakat Cianjur Soal Proyek Geothermal
“Kami mencatat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas kegempaan di Gunung Gede. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan tekanan yang berpotensi memicu letusan freatik atau pelepasan gas berbahaya,” ujarnya.