CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur saling lempar tanggung jawab terkait pengadaan tong sampah di sepanjang trotoar jalan. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Cianjur, Neneng Rostiantie mengatakan, sejak 2022 ketersediaan tong sampah di beberapa titik memang sudah tidak ada lagi anggaranya.
“Jadi gini, dulu kan pernah tersedia di taman kota. Hanya saja itu kan program Perkimtan dan DLH yang menarik sampahnya. Karena, jika kita menyediakan tong sampah, masyarakat tidak akan terdidik tapi malah membuang sampah sembarangan,” ujar Neneng, belum lama ini.
Baca Juga: Ironi HPSN: Cianjur jadi Kota Minim Tong Sampah
Menurutnya, saat ini DLH sudah mempunyai aturan Peraturan Daerah (Perda) terkait pembuangan sampah. Selain jadwal buang sampah, DLH juga berkoordinasi dengan para RT setempat, agar mereka bisa menyediakan tong sampah.
“Dari itu, kami sedikit-sedikit mau mendidik agar mereka bisa memilah dari dalam. Makanya sekarang ada progam PTS3R, supaya RT, RW, desa, dan kecamatan bisa membuang sampah ke TPA sudah tinggal residu dan tidak lagi memilah,” bebernya.
DLH: Kebersihan Tanggung Jawab Semua Stake Holder
Selain itu, Neneng menjelaskan, tidak semua yang menyangkut kebersihan itu ranah DLH, tapi juga ada keterlibatan Perkimtan, PUPR, dan Dinas Pariwisata.
“Jadi, DLH hanya mengatur jadwal yang di dalam kota saja untuk pengangkutan sampah,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Neneng, ini sudah diinstruksikan, jika di luar kota itu sudah dilimpahkan ke kecamatan atau desa. Sementara pariwisata ke Disparpora dan area pasar ke Diskopperdagin, sehingga tidak semua dalam ranah DLH.
“Hal yang penting, seperti pola kita tadi. Mengolah dan memilah lalu bisa menjadi penghasilan dan nanti ketika ke TPA itu sudah dalam bentuk residu,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan, saat ini peraturan LH itu sudah berubah dan tidak menjadi prioritas layanan pusat. Kalau pelayanan dasar itu adanya di PUPR sesuai Peraturan 32 tahun 2014.
“Walaupun pelayanan dasar ini adanya di PUPR, tapi kami tetap saling berkoordinasi, karena koordinatornya tetap LH. Sekarang ranah LH adalah jasa pelayanan retribusi,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Wiguno Prihantono membenarkan jika pada 2020 lalu, saat pembangunan trotoar itu sekaligus pembuatan tong sampah.
“Jadi tetep tupoksinya itu adanya di DLH, karena saat ini juga untuk program pengadaan tong sampah ini tidak ada. Kan itu ranahnya DLH,” ungkap dia.
Baca Juga: Kasus Kekerasan ASN, DLH : Itu Sudah Hal Lumrah
Menurutnya, kalaupun tong sampah ada, maka tidak akan bertahan lama. Contohnya saja sekarang, hanya terlihat bekasnya saja, tapi tong sampahnya tidak ada.
“Tapi kita juga tidak menyalahkan, hanya saja LH harus lebih berkoordinasi lagi, karena saat ini belum ada komunikasi apapun lagi,” tutup Wiguno.(ren/sis)