
CIANJURUPDATE.COM – Menjelang Ramadan 2025, lonjakan harga bahan pangan di pasar tradisional Cianjur membuat warga harus lebih berhemat dalam berbelanja kebutuhan pokok.
Kenaikan harga pangan seperti daging sapi dan cabai merah di sejumlah pasar menjadi tantangan bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan bulan puasa dengan baik.
Aminah (42), warga Kecamatan Cipanas, mengaku harus mengurangi pembelian daging sapi karena harganya yang terus naik.
“Biasanya kalau mau Ramadan saya beli satu kilogram daging untuk stok, sekarang paling setengah kilogram saja,” katanya, Kamis (27/2/2025).
BACA JUGA: Pedagang Ungkap Alasan Harga Cabai di Cianjur Terus Naik
Aminah pun mulai mencari alternatif lauk lain seperti tahu dan tempe yang lebih terjangkau.
“Harga mahal, jadi harus pintar atur belanja,” ucap dia.
Sementara itu, Rudi (38), warga Desa Sindanglaka, memilih untuk membatasi pengeluaran dengan membeli bahan pokok secara bertahap.
“Sekarang belanja dicicil, beli yang penting dulu seperti beras dan minyak. Daging nanti lihat kondisi, kalau terlalu mahal, mungkin puasa tahun ini lebih banyak makan ayam dan telur,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Daging Sapi di Pasar Cipanas Tembus Rp140 Ribu Jelang Ramadan, Pembeli Masih Sepi
Di sisi lain, pedagang daging sapi di Pasar Cipanas, Yanto (50), mengatakan harga daging sapi mengalami kenaikan sejak awal Februari, dari Rp130 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.
Menurutnya, lonjakan harga ini membuat banyak pelanggan mengurangi jumlah belanjaan mereka.
“Banyak yang tadinya beli sekilo, sekarang cuma setengah kilo atau malah nggak jadi beli. Permintaan turun, tapi harga tetap naik karena stok di pasar juga terbatas,” jelasnya.