Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Ada 38 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Cianjur Selama 2022

Terbit 30 Aug 2022 09:11 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Ada 38 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Cianjur Selama 2022 — Cianjur Update
Ada 38 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Cianjur Selama 2022.(Ilustrasi: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

Cianjur Update, Cianjur – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mencatat ada puluhan kasus kekerasan terhadap anak dan Perempuan di Cianjur.

Setidaknya, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur sampai Agustus 2022 tercatat ada 38 kasus.

Dalam rentang waktu dari bulan Januari hingga Agustus tahun 2022, jika dihitung rata-rata maka di setiap bulannya ada 4,75 persen kasus terjadi di kabupaten Cianjur.

Iklan sevilage

Ketua P2TP2A sekaligus P4AK Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar menyebutkan, ada sebanyak 38 kasus kekerasan anak dan perempuan di Cianjur, dan ini dibagi beberapa kategori.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

“Kategori tersebut di antaranya 14 kasus persetubuhan, enam kasus pencabulan, tiga kekerasan fisik atau psikis, dua kasus bullying, tiga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tiga kasus trafficking, serta sebanyak tujuh kasus kekerasan melalui medsos termasuk rujukan kasus,” kata dia, Selasa (30/8/2022).

Pihaknya menyebut, untuk setiap tahunya tidak menentu apa yang berdominan kasus, namun di tahun ini dari 38 kasus yang yang paling banyak kasus persetubuhan dan pencabulan.

“Memang setiap tahunya kasus ini tidak nentu kang, namun tahun ini tercatat yang paling banyak kasus itu persetubuhan dan pencabulan,” ungkap dia.

Upaya menurunkan angka kekerasan di Cianjur, kata Lidya, melalui edukasi, desiminasi, kampanye, sosialisasi dimulai dari lingkup domistik, publik, lingkungan sekolah, masyarakat, majelis taklim dan lainya.

Baca Juga
Tega! Ditinggal Istri ke Luar Negeri, Ayah di Pacet Tega Perkosa Anak Kandung Selama Setahun
Berita · Berita terkait

“Hal ini dilakukan agar meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, selain itu juga sosialisasi lembaga layanan agar masyarakat dapat mengakses layanan apabila melihat atau terjadinya kekerasan,” paparnya.

Baca Juga: Bahan Pangan Naik, Pelaku Usaha Warteg di Cipanas Pusing

Lidya menambahkan, semua pihak pun harus kerjasama mulai lembaga pemerintah atau negara, APH lembaga terkait, swasta, NGO, ormas dan lembaga lainya agar tujuan bersama cepat tercapai.

“Maka dari itu, bagi masyarakat yang mengalami atau menemukan kejadian atau kekerasan agar segera melapor dan konsultasi ke lembaga-lembaga khusus dalam penanganan anak dan perempuan,” tuturnya.

Maka dari itu, Lidya menghimbau, kepada seluruh orang tua di seluruh Cianjur untuk meningkatkan fungsi pengawasan atau ketahanan keluarga dalam ranah domistik. “Dan juga dapat bekerjasama dengan guru agar tercapai sekolah ramah anak di Cianjur,” tutup dia.(ren)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{