Cianjur Update

Harga Kedelai Naik Usai Pandemi, Pengrajin Tauco: Ternyata Semakin Parah

CIANJUR UPDATE, Cianjur – Pengrajin Tauco di Cianjur ternyata harus gigit jari setelah harga kedelai di Kota Santri dikabarkan naik. Diketahui Tauco merupakan makanan khas Cianjur yang bahkan diabadikan menjadi sebuah tugu di Jalan Muka.

Harga kedelai di Cianjur saat ini naik mencapai Rp13 ribu per kilogram dari sebelumnya di angka sekitar Rp10 ribu per kilogram. Diketahui, kenaikan harga kedelai ini sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu.

Pemilik Tauco Cap Biruang, Rodi Hartono mengaku akan tetap bertahan meski kondisi semakin mencekik usahanya, serta tidak berencana menaikan harga produknya. Sebab, dirinya tidak mau kehilangan pelanggan jika harga produk naik.

“Ini sangat berdampak. Terlebih bahan baku Tauco itu kacang kedelai. Terakhir saya beli itu harganya sekitar Rp10 ribu per kilogram, info yang saya terima itu sekarang Rp13 ribu per kilogram. Dilematis juga antara menaikkan harga jual. Terlebih kondisi sekarang sedang lesu,” kata dia kepada wartawan, Jumat (14/10/2022).

BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah Porda 2026, Cianjur Butuh Stadion Baru dan Bagus

Bahkan, Rodi menaruh harapan usai pandemi Covid-19 berakhir setelah memporakporandakan ekonomi selama dua tahun terakhir. Tetapi, dirinya menilai kondisinya malah semakin parah dengan kenaikan harga.

Tidak hanya itu, Rodi terpaksa mengurangi karyawan demi memangkas pengeluaran perusahaan. Awalnya, ia memiliki 10 karyawan, kini hanya tersisa dua orang.

“Dulu kita diterjang pandemi dan saya kira bakal ada harapan setelah pandemi. Ternyata kondisinya semakin parah,” ungkapnya.

Hal berbeda disampaikan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana. Ia menilai kondisi harga kedelai saat ini masih stabil dan belum ada kenaikan.

“Masih stabil, belum ada kenaikan. Saya belum terima juga adanya info kenaikan,” singkatnya.(afs)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami