Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Cianjur Update
Home Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget
Masuk

PT Inti Media Cianjur | Cianjur Update

Berita

Pilu! Gadis Asal Sukaluyu Tujuh Tahun Makan Minum Pakai Selang

Terbit 24 Aug 2022 07:51 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Pilu! Gadis Asal Sukaluyu Tujuh Tahun Makan Minum Pakai Selang — Cianjur Update
PILU: Tampak mengkhawatirkan, perempuan asal Kecamatan Sukaluyu terpaksa harus makan dan minum melalui selang. (Foto: Istimewa)

Cianjur Update, Cianjur – Siti Anisa (17) warga Kampung Babakan RT 03/02, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur sudah tujuh tahun harus makan dan minum melalui selang yang di tanam masuk di bagian leher dan tenggorokan.

Menurut infomasi dari keluarga Anisa, dirinya mengalami penderitaan semenjak Siti tertabrak angkutan umum jurusan Cileungsi Cianjur di jalan baru Cianjur alternatif Jonggol.

Kejadian kecelakaan yang Siti alami itu terjadi saat dirinya masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar berjalan pulang menggunakan sepeda dan tertabrak. Sehingga dari kecelakaan itu harus rela merenggut kebahagiaan masa kecilnya.

Tak hanya itu, Siti tak lagi melanjutkan sekolah ke SMP bahkan seharusnya ia sekarang duduk di bangku SMA.

Di setiap harinya, Siti lemah tak berdaya di sebuah rumah berdinding bilik dengan pemandangan sekeliling sawah dan kebun. Siti tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah tua yakni Ejen (60) dan Lia (60).

BACA JUGA: BRIN Terapkan Tarif Resmi Kebun Raya Cibodas Berdasarkan PP Nomor 13 Tahun 2026

Siti alami luka di bagian telinga, hidung dan tenggorokannya, dan sudah berobat di Cianjur dan Bandung, namun luka yang dideritanya tetap mengharuskan setiap bulan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Cipto Mangunkusumo Jakarta berbekalkan kartu Indonesia Sehat.

Namun tak semua obat dan peralatan yang dibutuhkan Siti bisa ditebus dengan kartu Indonesia sehatnya. Ada beberapa peralatan seperti selang dan perlengkapan lainnya yang harus dibeli cash.

Lia Sang ibu menceritakan, satu kali berobat ke Jakarta ia harus berbekal uang jutaan rupiah karena tak langsung sehari tiba langsung bisa pulang lagi.

Tambahnya Lia mengatakan, ia harus bermalam tiga hari di parkiran rumah sakit karena rumah singgah di sekitar sudah penuh.

“Suami saya merupakan buruh tani yang menggarap lahan sawah milik orang lain. Terkadang untuk pengobatan siti masih harus menunggu bagi hasil tani meski anaknya seharusnya rutin berobat setiap bulan,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (24/8/2022).

BACA JUGA: Honda CRF Terparkir di Depan Kontrakan Sukaluyu Cianjur Hilang Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV

LIHAT JUGA: Kebakaran, Rumah di Sukaluyu Cianjur Ludes Dilalap Api

Menurut Lia, sempat ada tokoh masyarakat yang membantunya membeli perlengkapan untuk berobat sampai ikhlas mengeluarkan uang jutaan rupiah. Namun dermawan tersebut kini belum datang lagi ke rumahnya.

“Namun apa daya saya, saya hanya berdoa untuk kesembuhan dan kesehatan anak saya. Selain itu peran RT H Asep sangat berjasa selama tujuh tahun untuk pengobatan anak saya, karena selalu meminjamkan mobil Suzuki APV nya baik untuk berobat di Cianjur maupun ke Jakarta,” ucap dia.

Lia mengatakan, anaknya juga selalu diberi rujukan dari puskesmas Sukaluyu, Rumah Sakit Dr Hafiz untuk bisa berobat rutin ke RSCM Jakarta.

“Sekarang selang di tenggorokan anak saya sudah lama tak diganti, kabarnya sudah berjamur dan kotor, namun apa daya harganya jutaan rupiah dan kami tak berdaya membelinya,” tuturnya.

BACA JUGA: Taufik Hidayat Ditangkap Usai Jadi DPO Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Kekasih Selama Tiga Tahun

Ketua RT, H Asep mengatakan, saat ini mobil yang biasa ia pinjamkan untuk berobat Siti ke Jakarta sedang bermasalah. Ia pun sempat limpungan mencari ambulans dan sempat meminjam ke pihak desa. Namun pihak desa tak bisa meminjamkan juga dengan alasan ban mobilnya yang sudah pada gundul.

“Akhirnya berobat terakhir kemarin keluarga Siti merental mobil tiga hari dan bermalam di parkiran RSCM Jakarta, mobil saya sedang bermasalah dan saya mencari ambulans juga tidak dapat,” ujar Asep.

Ia berharap, penderitaan Siti selama tujuh tahun bisa berakhir dengan pertolongan dan kerjasama dari semua pihak.

“Saya sedang menunggu datangnya dermawan atau pihak terkait yang bisa menolong Siti hingga Siti bisa lagi beraktivitas seperti gadis seusianya,” tandasnya. (ren)

Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Geser ›